Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Teenager

Ikhlas Aja, Laah

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,  dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS Al-Baqoroh : 216)     Karena saya lagi galau dan sebagainya, resah gundah gulana dan sejenisnya (maklum masih cewek, masih labil, masih malu-maluin), daripada ngetweet ngalor ngidul sok syahdu (yang sejujurnya udah saya lakuin sih tadi, HAHA maaf deh, khilaf), kok kayaknya mending disalurin kesini. Orang yang lagi jatuh cinta dan sakit hati adalah pujangga terhebat. Setuju?

Valentine Day ?

Sudah masuk bulan Februari, ya ? Apa yg pertama kali ada di pikiran kalian ? Hari Valentine ? Coklat ? Cinta ? Bah. Jujur, di pikiran saya adanya Try Out. Bener lho ini, sampek kepusingan sendiri mikirnya. Doanya aja, ya, temen-temen semua, moga-moga TOnya lancar, dapet hasil yg maksimal. Aamiin.

Bikinan Mas Bintang

Di flashdisk saya ternyata masih ada file bikinan Jumbara alias Jumpa Bakti Gembira, yang udah berlangsung dari tanggal 5-11 Juli 2012, bikinannya Mas Bintang, peserta Jumbara kontingen Kota Magelang jugak, tapi PMR Wira. File inilah yang dipake Mas Bintang dan Dhita, PMR Mula, buat lomba Galeri Infokom. Nah, dari pada nganggur di flash disk, mendingan saya post aja kesini. Ini dia... Hari yang ku nanti Siamo.....

Pacaran? Think Again...

Remaja sekarang tuh aneh-aneh, ya. Iya, saya juga aneh, soalnya saya juga remaja. Kalau ditanya kenapa saya bilang remaja itu aneh, ya gampang aja sih, kasih buktinya. Di twitter, misalnya, social networking yang trend banget di kalangan remaja. Para ababil alias ABG labil ketumplek blek di twitter, dan tweets mereka kebanyakan galau *termasuk yang nulis juga ._.v* Nggak cuma itu, remaja jaman sekarang, yang sebenernya ya masih kecil-kecil, makan masih disuapin, buang aer masih dicebokin, tidur masih dininaboboin, tapi udah pada berani pacaran.  Lha? What's wrong with pacaran?

Penumpang Terakhir

Ini juga Cerpen yang dimuat di Spenada Magazine, edisi Agustus. Let's read it :) *** Hari sudah sore, mentari sudah lelah bersinar dan hendak tidur di ujung barat. Penumpang terakhir di bis kecilku baru saja turun. Saatnya untuk pulang ke rumah dan menyambut anak istriku dengan segepok uang hasil membawa bis kecil ini keliling jalanan. Di jalan, seorang wanita yang kepalanya terselubungi kain melambai-lambaikan tangannya. Kupikir dia hendak menaiki bisku ini. Maka kuhentikan bisku di depannya. Dan benar saja, wanita itu naik dan duduk manis di bangku paling belakang.