Postingan

Menampilkan postingan dengan label Jaman Doeloe

Si Malang William

Saya cukup shocked liat note lama saya di sebuah jejaring sosial, sebut aja fesbuk. Waktu saya baca kok saya tiba-tiba nggak pengen punya masa lalu ya. Coba deh, Si Malang William 20 Oktober 2011 pukul 10:57

Putra Ketujuh untuk Mamah

Revi, Si Gudang Adik. Begitulah teman-temanku memanggilku. Tidak salah memang, mereka memanggilku begitu. Karena aku anak pertama dari 6 bersaudara. Kaget? Umur kami berenam rata-rata hanya terpaut 2 tahun. Aku umur 13 tahun, Rizal 11 tahun, Dyas 9 tahun, Ubay 7 tahun, Rika 5 tahun, dan Hilya 4 tahun. Kami hidup dan dibesarkan oleh Mamah dan Papah. Mamah hanya ibu rumah tangga, sedangkan Papah seorang pegawai negri. “Mamah… Kak Rizal nakal!” rengek Rika.

Hujan dari Masing-Masing Mata

"Hujan adalah proses dari menguapnya air laut, menjadi gumpalan awan, lalu bla-bla..." Bu Suryanti "Hujan is rain." Mr. Aji "Hujan adalah kata benda, terdiri dari 2 suku kata, dan termasuk kata baku yang sesuai dengan EYD."

Catatan Waktu Naik Engkel

Tadi saya menjelajah fesbuk dan menemukan beberapa note jaman dulu ._. Saya pikir cukup menarik (baca : aneh), makanya saya posting kesini. Ini dia Tadi, waktu saya naek bis perjalanan dari sekolahl, saya liat ada bapak-bapak (bukan bermaksud mengata-ngatai), pake baju kotor dan lusuh. Bapak itu nggak sendiian naek engkel. Tapi sama istri dan anaknya (menurut insting sih, gitu). 2 orang lainnya juga nggak beda, si ibu-ibu pake baju lusuh (sekali lagi, bukan bermaksud mengata-ngatai) dan anaknya rambutnya acak-acakan dan sama kotornya.

Puisi Bocah Kelas 5 ?

     Saya baru sadar, ternyata saya kelas 5 SD bukan seperti saya yang sekarang. Lho, kok? Diawali dengan kekurangkerjaannya saya (buka-buka file lama, lagi -_-) akhirnya saya nemuin sebuah file yang judulnya My Poems dengan icon kupu-kupu.         Begitu saya buka, isinya puisi lama yang saya bikin pas kelas 5 SD. Kok tau? Ya tau, lah.. Orang ada tanggalnya "Tempuran, 11 November 2009". Eh itu kelas 5 apa kelas 6, ya? Ya diitung kelas 5 gitu aja, ya ._.

Impian Aryo

Buka-buka folder lama dan nemuin cerpen-cerpen jaman batu itu... se-su-a-tu! :D Setelah baca-baca cerpen lama, nggak kerasa ternyata dulu aku bikin cerpennya sok banget. Dan lagi, dari sekian banyak cerpen itu, ada cerpen yang pernah dimuat di salah satu majalah desa di sekitar SDku dulu. Itu cerpen aku kelas LIMA ESDE. Demi apa... :D  Ini dia cerpennya. Selamat menikmati :3 Aryo menyeka peluh yang terus mengalir dari keningnya. Di siang yang terik itu, Aryo masih saja menyusuri gang-gang di desanya untuk mengumpulkan sampah sebanyak mungkin agar dia bisa makan sesuap nasi hari ini. Dilihatnya bangunan kokoh bercat putih di sampingnya berdiri tegak dengan bendera merah putih menjulang ke langit. Bangunan itu tidak terlalu megah, tapi Aryo ingin sekali duduk di dalamnya, mendapatkan siraman ilmu dari pahlawan-pahlawan tanpa jasa.

Kejadian 7 Tahun Lalu

Ini cerita pendek alias cerpen yang aku buat kelas 7, dan dimuat di Spenada Magazine, majalah sekolahku. Maklum ya kalau masih acakadut jelek. Kan amatir...  *** Aku melangkah pasti menuju kelas 8 d. Disana ada Kak Viska, kakak yang aku kenal baik lewat facebook atau biasa disebut FB. Aku memang belum pernah bertemu langsung dengan Kak Viska. Tapi dari pengamatanku selama ini lewat FB, komentar atau status Kak Viska selalu sopan tapi kocak. Dan sepertinya Kak Viska juga baik. Semalam, aku dan Kak Viska saling mengirim pesan dinding. Kak Viska bilang, dia akan mentraktirku mie ayam karena dia mendapat honor dari sebuah majalah, artikelnya dimuat. Aku senang saja diajak makan gratis. Tapi, kata Kak Viska aku harus menemuinya dulu di kelas 8 d.