Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Self-reminder

dua tahun terakhir dan tamu-tamunya yang baik

haloo! gimana kabarmu? sehat? gimana beberapa hari pertama 2026? apakah sejauh ini lebih mudah dilewati dibanding dua tahun terakhir? hari ini kita ngobrol sebentar, yuk. sejujurnya, menulis catatan akhir tahun rasanya sulit sekali terutama dua tahun terakhir ini. hehe. bingung mau mulai dari mana, ya? rasanya kayak.. terlalu banyak dan besar untuk diproses?  bohong kalau kamu bilang nggak berat. montang-manting jujur. tapi kok yo suprisingly, you survived. nah karena catatan-catatanmu yang lain sudah membahasnya sepotong demi sepotong tiap kejadiannya, mari sekarang kita coba sederhanakan sedikit secara umum agar lebih mudah dicerna. kita coba pilih satu kata ya. grief. duka. rasanya dua taun terakhir ini kamu berduka berkali-kali, ya? tiga kali, setidaknya. dan meskipun sudah mengalaminya di awal, ternyata duka-duka berikutnya pun nggak kemudian jadi lebih mudah. masih tetap berat dan menyakitkan. kamu jadi belajar bahwa grief nggak selalu tentang kehilangan orang yang p...

album foto lawas dan kita yang bertumbuh

  kemaren saya pulang, dan menemukan tumpukan album foto lawas di musholla rumah --belum sempet ditata lagi sama Ibuk. sesorean kemaren saya, dek Ela, dan Ibuk pun kembali melihat-lihat isinya dan yang terjadi kemudian adalah: kami ngakak-ngakak heboh. adik saya menemukan fakta dia dulu sangat jamet dan preman, sedangkan saya adalah bocah uendel, kemayu luar biasa sejak balita udah suka foto miring-miring dengan gaya cherrybelle. dan kami juga takjub, foto-foto Ibuk waktu bayi ternyata mirip banget dengan foto bayi saya (dimana selama ini saya sering dibilang dan merasa nggak mirip sendiri sekeluarga). terkonfirmasi: saya bukan anak nemu di jalan. menemukan album foto lama selalu menyenangkan. dalam setiap lembar foto itu, entah udah seberapa rusaknya, kita bisa menemukan macam-macam hal tersimpan: kasih sayang, kebahagiaan yg membuncah, rasa bangga, atau mungkin juga kesedihan. سعادة الأسرة مفتاح سعادة الحياة kebahagiaan keluarga kunci kebahagiaan hidup   dan yang paling mag...

bye, 2021. hello, 2022!

  2021 comes to its very last day.   mari meluangkan waktu sejenak untuk merangkul pikiran dan perasaanmu tentang setaun kemarin. 2021 is not your typical year passed by. It was hard for you, and so was it for everybody else. seenggaknya udah hampir setaun berhadapan dengan pandemi, rupanya nggak membuat 2021 jadi lebih mudah. kamu yg masih merangkak-rangkak beranjak dari 2020 dan segala hal yang memaksa semua orang menjalani hidup dengan cara yg sama sekali nggak pernah dibayangkan sebelumnya, ternyata masih harus terus menerima kejutan demi kejutan di 2021. banyak hal berubah dalam setaun. belum juga bener-bener selesai dengan duka setelah kepergian Romoyai, awal 2021 dibuka dengan duka lain: Mbah Kakung kapundhut di rumah, dalam pelukan Mbah Putri dan dikelilingi seluruh keluarga. lalu setelah drama panjang perskripsian, akhirnya kamu lulus juga. kamu resmi jadi sarjana pengangguran.  lalu ramadhan dan lebaran taun ini bukan pertama kalinya dijalani dalam suasan...

kematian selalu begitu dekat

Jarak antara hidup dan kematian ternyata setipis sepersekian detik. Kemarin banget, saya baru aja melakukan perjalanan pp ke Jogja karena harus kontrol ke salah satu RS di sana. Sebelum berangkat semua orang udah wanti-wanti saya untuk hati-hati. Selain karena perjalanannya nggak deket dan saya ngantukan, juga karena masa pandemi dimana RS yang saya tuju jadi rujukan utama pemeriksaan covid-19 di Jogja. Singkat cerita semua berjalan baik-baik aja sampai perjalanan pulang dan udah masuk Solo. Leganyaa. Sepanjang jalan sejak berangkat sampai pulang saya nggak berani berhenti sholawatan. Makanya lega banget waktu udah masuk Solo lagi, alhamdulillah hari ini nggak ada kejadian aneh-aneh. Nah, lalu terjadilah.

nangis boleh, kok

Nangis itu bukan tolok ukur kuat-lemahnya seseorang, kok. Nangis bukan berarti kamu lemah. Ada yang bilang, mungkin yang menangis sudah lelah diam. Mungkin yang diam sudah lelah menangis. Bener, nggak? "Lemah banget sih, gini aja nangis." Familiar? Mungkin kamu pernah dengar kalimat itu keluar dari mulut orang lain buat kamu, atau dari mulutmu buat orang lain, atau malah kamu denger dari mulutmu dan buat diri kamu sendiri?

Catatan Magang Hari #14

Ini sudah keempat kalinya saya wawancara dengan subjek saya, Pak S, dan mungkin akan jadi wawancara terakhir, tinggal menanyakan beberapa hal lagi untuk melengkapi laporan. kasus selama magang saya di RSJS.  Sebenarnya jujur saja saya cukup menyukai beliau. Saya takut pada pertemuan pertama, sih. Beliau lebih banyak diam, tatapan matanya sangat mudah beralih, matanya merah dan sayu. Tapi hei, setelah beberapa menit mengobrol, saya jadi tahu kalau ternyata beliau cukup menyenangkan. Beliau tersenyum setiap menjawab pertanyaan saya, beliau menutup mulut dengan tangannya ketika malu bercerita soal mantan pacarnya, beliau juga bercerita soal keponakannya yang sangat beliau sayang, yang sekarang sudah tumbuh dewasa dan cantik seperti saya (beneran ini beliau bilang begitu hahaha) tapi setelah mereka besar, mereka tak mau lagi bermain dengan beliau, yang tentu saja membuat beliau sedih. Dan beliau berkali-kali bilang bahwa beliau sangat menyayangi ibunya. Beliau masih ingat, sebelu...

a Little Thing Called Kindness

Siapa bilang berbuat baik itu sulit? Apa susahnya berhenti menyapu sebentar untuk membiarkan beberapa semut melintas, sehingga mereka tidak mati tersapu? Apa susahnya mengapresiasi seorang bapak pengamen di terminal yang telah menyanyikan sebuah lagu Ebiet G. Ade dengan merdu dan penuh penghayatan di tengah hiruk pikuk penjual lumpia dan bakpao?

Writer's Block: The Sound of Fear

Beberapa waktu terakhir saya sering menemukan diri saya lama diam di depan layar sambil berpikir keras: hayo gimana cara nulisnya?! Rupanya produktivitas menulis saya sangat jauh merosot dibanding jaman SMP. Saya belum membicarakan soal kualitas, karena saya menyadari saya memang belum ada apa-apanya, yang saya bicarakan di sini baru sebatas kuantitas. Selama ini saya menulis sekedar untuk diri saya sendiri, jika anda lalu bertanya mengapa beberapa tulisan saya bagikan di blog...

Rasulullah, Gabriel Marcel, dan Eksistensi Kita

Pernahkah kita menyadari bahwa ada seorang manusia yang benar-benar memikirkan dan mencintai kita, dimana orang tersebut bahkan meninggal ribuan tahun sebelum kita dilahirkan? Pernahkah kita berpikir bahwa di hari akhir kelak, ketika ayah, ibu, saudara, suami atau istri, dan anak-anak kita sibuk dengan dirinya masing-masing, tak ada yang mengingat dan peduli apa yang terjadi dengan diri kita,

Surat Wasiat Kyai Dimyathi Romly untuk Para Alumni

Disini saya sbg pimpinan MPP hanya berharap alumni2 nantinya bisa manfaat dimanapun berada; dibutuhkan, dihormati, dibanggakan, dimulyakan. Resepnya :

Laa Tahzan :)

Laa takhof wa laa tahzan, innaLlaha ma'anaa Jangan takut dan jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita Alhamdulillah masih bisa ngepost lagi meskipun (lagi-lagi) masih jauh dari kata baik apalagi sempurna. Biarlah, namanya juga belajar. Saudaraku, jangan bersedih hati. Buat apa sedih? Buat apa sedih? Sedih itu tak ada gunanyaaa~

Ikhlas Aja, Laah

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,  dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS Al-Baqoroh : 216)     Karena saya lagi galau dan sebagainya, resah gundah gulana dan sejenisnya (maklum masih cewek, masih labil, masih malu-maluin), daripada ngetweet ngalor ngidul sok syahdu (yang sejujurnya udah saya lakuin sih tadi, HAHA maaf deh, khilaf), kok kayaknya mending disalurin kesini. Orang yang lagi jatuh cinta dan sakit hati adalah pujangga terhebat. Setuju?

Tanya dari Awan

Rumput-rumput bergoyang di bawah punggungku, angin berdesir di sekitarku. Di atas sana, segumpal awan menatapku heran. "Apa yang kau lakukan disini, anak muda?" Aku balik memandangnya. Ah, ia tak akan mengerti betapapun aku menjelaskan.

Valentine Day ?

Sudah masuk bulan Februari, ya ? Apa yg pertama kali ada di pikiran kalian ? Hari Valentine ? Coklat ? Cinta ? Bah. Jujur, di pikiran saya adanya Try Out. Bener lho ini, sampek kepusingan sendiri mikirnya. Doanya aja, ya, temen-temen semua, moga-moga TOnya lancar, dapet hasil yg maksimal. Aamiin.

Tahun Baru ?

Malam ini saya 'kurang' punya kerjaan, makanya saya sempatkan nengok blog yang udah beberapa hari nggak terjamah. Malam ini, 31 Desember 2012 yang mungkin di akhir post ini akan menjadi 1 Januari 2013. Tak terasa satu tahun mau habis. Habis dengan tanpa saya melakukan apapun yang berarti. Untuk ibuk saya, abi saya, keluarga saya, teman-teman saya, lingkungan saya, saya merasa belum melakukan apa-apa. Maksud saya, tentu saja melakukan hal yang berarti dan bermanfaat. Kalau melakukan hal yang merepotkan... Sepertinya tak perlu ditanya, saya terlalu sering melakukannya. Yah, 366 hari di tahun 2012 saya lewati hanya dengan merepotkan, menyusahkan, dan... menyedihkan. Tolong beri sedikit penekanan pada kata terakhir ya, biar dramatis.