Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Gaje

Jika Ini Bukan Cinta, Lalu Apa ?

Aku tertegun menatap matanya. Sayu. Namun tajam. Melemparkan ingatanku pada masa lalu, ketika aku pertama kali belajar bagaimana caranya mencintai. Ketika aku pertama kali belajar bagaimana caranya merelakan, dan bagaimana caranya berdamai dengan hati dan memori.  Bagaimana ini, Tuhan?

Asyel Juga Sayang Papa

Sejuknya tetes embun yang tertinggal pada kelopak-kelopak bunga dengan lembut membasahi tanganku. Kupu-kupu berterbangan dengan riangnya seolah menyambut kedatanganku. Aih, sudah lama aku tak merasa setenang ini. Mungkin sekitar…tiga bulan? Entahlah—aku tak begitu peduli. Aku sudah terlarut dalam sejuknya embun pagi dan hangatnya mentari yang mulai bersinar dengan lembut. “Asyel!” Tahu-tahu keningku sudah terantuk lantai. Aduh. Tunggu— lantai?

Ikhlas Aja, Laah

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,  dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS Al-Baqoroh : 216)     Karena saya lagi galau dan sebagainya, resah gundah gulana dan sejenisnya (maklum masih cewek, masih labil, masih malu-maluin), daripada ngetweet ngalor ngidul sok syahdu (yang sejujurnya udah saya lakuin sih tadi, HAHA maaf deh, khilaf), kok kayaknya mending disalurin kesini. Orang yang lagi jatuh cinta dan sakit hati adalah pujangga terhebat. Setuju?

Hujan Tidak Jahat

Koridor mulai sepi, tinggal satu-dua anak saja yang masih berlalu-lalang, sebagian tergopoh ----termasuk aku. Ck, berkas-berkas ini merepotkan sekali. Selepas rapat pasti aku menjadi manusia-yang-paling-terlihat-repot-dengan-berbagai-macam-buku-dan-kertas-bertebaran. Yah, apa sih yang bisa kau harapkan dari menjadi seorang sekretaris?

Dia

Ada yang hilang dari perasaanku yang terlanjur sudah kuberikan padamu Ternyata aku tak berarti tanpamu, berharap kau tetap disini -Ipang-   Semilir angin meniup lembut ujung-ujung rambutku. Memainkan poni yang kubiarkan menutupi dahiku. Meski sayup, kudengar teriakan heboh anak laki-laki yang masih asyik bermain sepak bola di lapangan mungil kami. Aku melirik jam tanganku. Pukul 16.12.

The Annoying Journey ---or maybe, Annoying Me?

Untuk yang kesekian kalinya, saya ngelakuin hal yang --sebenernya, nggak perlu dilakuin. Jadi ceritanya, saya sama adek saya harus naik kereta buat pulang ke Magelang. Karena sulit dateng ke stasiun langsung buat beli tiket, akhirnya saya beli tiket via online. Saya pesen blablabla terus transfer blablabla terus tuker tiket blablabla, dan yah, saya siap berangkat. Tertulis 14.50 WIB di jadwal keberangkatan di tiket yang saya pegang, dan saking rajinnya, kami --saya dan adek saya udah siap di stasiun Jombang dari jam 2 kurang. Tik tok tik tok

She's The Girl Who Can't Be Moved (?)

Going back to the corner where she first saw you Gonna camp in her sleeping bag she's not gonna move Got some words on cardboard, got your picture in her hand Saying, "If you see this guy can you tell him where I am?" Some try to hand her money, they don't understand She's not broke – She's just a broken-hearted girl She knows it makes no sense but what else can she does ? How can she move on when she's still in love with you?

Udah, Baca Aja

Kami tergesa. Berlari membelah rimbunnya semak belukar dan rapatnya pokok-pokok pohon. Keringat kami mengucur deras. Nafas kami saling memburu. Ingin rasanya berhenti sekejap sekedar menenggak air putih atau menyusun ulang nafas kami, namun kami diburu waktu. Bahkan satu detik terlalu berharga untuk dibuang. Asap merah dan deru motor yang memekakkan telinga itu terasa semakin dekat. Mengejar. Tanpa ampun menghajar apapun yang menghalangi mereka untuk menjangkau kami. Anak itu. Anak yang mendengkur di gendongan Sang-Detektif-dari-Timur. Peliharaannya yang ada di tangan Sang-Detektif-dari-Barat. Anak itu dan peliharaannya lah target mereka, geng-motor-berasap-merah. Demi keselamatan 2 makhluk mungil itu kami mati-matian berlari, mengindari gencetan motor-motor hitam metalik berasap merah yang ganas dan kejam. Demi menyelamatkan 2 nyawa makhluk mungil itu. Kami terus berlari. Seakan kami tak akan peduli seandainya kaki kami patah karenanya. Seakan kami tak akan peduli seandainya haru...

Selamat Jalan...

Udah dua minggu ini dia kelihatan nggak semangat hidup. Ia selalu kelihatan lesu bahkan tak merespon ketika dihadapkan makanan paling enak yg dia sukai sekalipun. Entah apa alasannya, saya nggak tahu. Mungkin dia abis ditolak? Atau diputusin? Atau dia jadi korban php? Only God knows. Saya selalu coba menghiburnya dengan ngajak ngobrol atau bersenandung di sampingnya. Tapi dia tetap bergeming. Matanya menatap kosong seakan dia udah kehilangan tujuan hidup. Ternyata suara saya semakin membuatnya ingin mati. Sebagai orang terdekatnya, saya merasa gagal.

Badak Soge Family

Dahulu kala, tersebutlah seorang petani bernama Edo yang sangat giat bekerja. Ia selalu menggarap sawahnya dengan rajin. Pada suatu siang yang panas, Edo berhenti sejenak  dari pekerjaannya mencangkul dan beristirahat di saungnya. Ia membuka bekal yang sudah ia siapkan sebelumnya, sekotak donat JCo. Ketika ia sedang menikmati bekalnya, Edo tersentak oleh sebuah suara. "Toloooong!! Toloooong!!"

Impossible

Tau lagu yang lagi keputer di blog ini ? Yep, lagu itu berjudul Impossible milik Shontelle, yang dicover Maddi Jane. Jujur, saya lebih suka yang udah dicover sama Maddi Jane dari pada yang dinyanyiin sama penyanyi aslinya. Lebih ngena gitu rasanya dari pada yang asli huehehe. Selain ngecover Impossible-nya Shontelle, gadis manis kelahiran Chicago, 7 November 1999 ini juga ngecover lagu-lagu lain seperti Secrets dari One Republic, If This Was A Movie dari Taylor Swift, Jar Of Hearts dari Christina Perri, dan banyaaaaak lagi. Kalau lagi galau, paling enak dengerin yang If This Was A Movie, ngena banget :'D

Catatan Waktu Naik Engkel

Tadi saya menjelajah fesbuk dan menemukan beberapa note jaman dulu ._. Saya pikir cukup menarik (baca : aneh), makanya saya posting kesini. Ini dia Tadi, waktu saya naek bis perjalanan dari sekolahl, saya liat ada bapak-bapak (bukan bermaksud mengata-ngatai), pake baju kotor dan lusuh. Bapak itu nggak sendiian naek engkel. Tapi sama istri dan anaknya (menurut insting sih, gitu). 2 orang lainnya juga nggak beda, si ibu-ibu pake baju lusuh (sekali lagi, bukan bermaksud mengata-ngatai) dan anaknya rambutnya acak-acakan dan sama kotornya.

Catatan Kecil Hari Ini

*Diambil dari Diary of IXG Badak Soge, dengan beberapa perubahan* Selasa, 28 Agustus 2012 Hari ini masuk KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) pertama setelah libur panjang lebaran. Kemaren udah masuk sih, tapi cuma Halal bi Halal guru sama murid. Yah, moga-moga ikhlas lah, maapinnya, jadi kan sama orang sesekolah udah kosong-kosongan salah :D

Catatan Galau

Seandainya kau tau ku tak ingin kau pergi Meninggalkanku sendiri bersama bayanganmu Seandainya kau tau ku akan slalu sayang Jangan kau lupakan kenangan kita slama ini... Seandainya, seandainya, seandainya. Seandainya akan tetap menjadi seandainya, angan akan tetap menjadi angan, harap akan tetap menjadi harap. Tak akan ada yang mengubanya. Setidaknya, sampai ada yang menemukan jalan ntuk menjadikan semua itu nyata. Ya, nyata.

Puisi Bocah Kelas 5 ?

     Saya baru sadar, ternyata saya kelas 5 SD bukan seperti saya yang sekarang. Lho, kok? Diawali dengan kekurangkerjaannya saya (buka-buka file lama, lagi -_-) akhirnya saya nemuin sebuah file yang judulnya My Poems dengan icon kupu-kupu.         Begitu saya buka, isinya puisi lama yang saya bikin pas kelas 5 SD. Kok tau? Ya tau, lah.. Orang ada tanggalnya "Tempuran, 11 November 2009". Eh itu kelas 5 apa kelas 6, ya? Ya diitung kelas 5 gitu aja, ya ._.